pramatik

Pragmatik: Memahami Pentingnya Konteks dan Makna di Dalam Komunikasi

Pengantar:
Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi memainkan peran yang sangat penting. Baik dalam situasi formal maupun informal, kita sering kali menyampaikan pesan kepada orang lain, dan mereka juga mengirimkan pesan kepada kita. Namun, adakalanya pesan yang kita sampaikan tidak sepenuhnya dipahami oleh penerima, atau pesan yang kita terima kurang jelas. Fenomena ini menjelaskan mengapa pragmatik, yaitu studi tentang bagaimana konteks dan makna dibentuk dalam komunikasi, menjadi begitu penting. Artikel ini akan membahas pengertian pragmatik, peranan konteks dalam komunikasi, serta bagaimana pragmatik berpengaruh terhadap pemahaman pesan.

I. Pragmatik: Definisi dan Ruang Lingkup
Pragmatik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bagaimana konteks membentuk makna dalam komunikasi. Pragmatik merupakan ilmu yang lebih terfokus pada aspek penggunaan bahasa daripada struktur bahasa itu sendiri. Dalam hal ini, pragmatik memperhatikan hubungan antara penutur, pendengar, dan konteks untuk memahami bagaimana pesan dikirim, diterima, dan diinterpretasikan. Pragmatik melibatkan analisis implikatur, percakapan, tindakan tutur, kesantunan, serta aspek lain dalam komunikasi sehari-hari.

II. Konteks: Pentingnya Konteks dalam Pengertian Pesan
Konteks merupakan elemen yang krusial dalam pragmatik. Konteks terdiri dari situasi spesifik, hubungan interpersonal, dan latar belakang budaya yang mempengaruhi komunikasi. Faktor-faktor ini dapat mengubah makna pesan yang disampaikan. Sebagai contoh, sebuah pernyataan “Laki-laki itu punya rambut panjang” dapat memiliki makna yang berbeda tergantung pada konteksnya. Jika pernyataan tersebut dikatakan dalam lingkungan yang memprioritaskan penampilan maskulin tradisional, maka kemungkinan besar maknanya mengarah pada ejekan atau kritik. Namun jika ditemukan dalam konteks subkultur atau kebiasaan personal seseorang, maka makna tersebut kemungkinan lebih netral atau bahkan positif.

III. Implikatur: Keselarasan Antara Pesan dan Makna yang Diimplikasikan
Implikatur adalah fenomena pragmatik di mana makna yang diimplikasikan oleh suatu pesan melampaui makna literal pesan tersebut. Implikatur sering kali didasarkan pada asumsi-asumsi yang diambil dari konteks. Misalnya, jika seseorang berkata “Saya tidak merasa begitu baik hari ini”, implikatur yang mungkin adalah bahwa orang tersebut sebenarnya merasa buruk. Implikatur dapat berguna dalam menafsirkan pesan dengan tepat, karena itu memerlukan pemahaman konteks yang relevan.

IV. Tindakan Tutur: Konteks sebagai Penentu Niat Komunikatif
Tindakan tutur merujuk pada tindakan yang dilakukan oleh penutur dengan menggunakan bahasa. Tindakan tutur dapat berupa perintah, permintaan, janji, atau bahkan ucapan selamat dan kesalahan. Pentingnya konteks dalam pragmatik terkait erat dengan tindakan tutur. Sebagai contoh, ketika seseorang berkata “Apakah kamu bisa membuka jendela?” dalam situasi yang panas, implikatur yang dihasilkan adalah permintaan agar jendela dibuka. Namun, jika dikatakan dalam konteks suatu teater atau sebagai ujian kemampuan seseorang untuk membuka jendela, pesan tersebut dapat terbukti sebagai perintah yang mengharuskan orang lain untuk membuka jendela.

V. Kesantunan: Konteks Budaya dalam Mengkomunikasikan Pesan
Kesantunan adalah konsep pragmatik yang menyoroti bagaimana pesan disampaikan dan diterima secara sopan serta sesuai dengan norma-norma sosial. Konsep ini sangat dipengaruhi oleh konteks budaya yang berbeda-beda di seluruh dunia. Sebagai contoh, beberapa budaya mungkin memiliki standar kesantunan yang menekankan pentingnya merendahkan diri atau menghindari konfrontasi langsung, sedangkan budaya lain mungkin lebih berorientasi pada kejujuran yang tegas. Memahami konteks dan kesantunan budaya yang tepat sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman komunikasi atau bahkan konflik.

Kesimpulan:
Pragmatik adalah disiplin ilmu yang penting untuk memahami komunikasi manusia secara lebih utuh. Konteks dan makna yang terbentuk dalam komunikasi saling berhubungan dan membentuk interpretasi pesan yang akurat. Konteks bergantung pada situasi, hubungan interpersonal, dan konteks budaya yang mempengaruhi komunikasi. Implikatur dalam pragmatik membantu mengenali makna yang diimplikasikan dalam pesan. Tindakan tutur dan kesantunan sangat ditentukan oleh konteks dan beragam budaya, yang harus dipahami agar pesan dapat disampaikan dengan baik. Dengan menerapkan pemahaman pragmatik dalam komunikasi sehari-hari, kita dapat meminimalkan kesalahpahaman dan mencapai pemahaman yang lebih mendalam dalam berinteraksi dengan orang lain.